Selasa, 02 Agustus 2016

Kebijakan Penggunaan Jaringan - Keamanan Jaringan

Kebijakan Penggunaan Jaringan - Keamanan Jaringan Tahukah anda bahwa dalam sebuah jaringan memiliki sistem keamanan mungkin ketika anda mendengar kata jaringan maka yang muncul dipikiran anda adalah jaringan internet atau mungkin ada beberapa orang diantara anda yang ketika mendengar kata jaringan maka yang muncul adalah sebuah jaring yang tali simpulnya terhubung antara satu sama lain.

Namun tahukah anda bahwa sebuah jaringan memiliki sistem keamanan?. Keamanan jaringan dapat dianalogikan sebagi seorang security yang selalu menjaga pintu masuk, baik itu pintu masuk yang berupa gerbang ataupun pintu masuk yang berupa jalan seperti contohnya jalan untuk masuk ke sebuah area perumahan yang selalu dijaga oleh security lalu mengapa perlu ditempatkan security dipintu masuk? Jawabannya adalah security ditempatkan disana demi menjaga keamanan, dapat kita bayangkan apabila kantor mpr tidak memiliki security ataupun aparat keamanan lainnya yang bertugas menjaga kemanan diarea kantor mpr, pastinya ketika terjadi demo besar besaran maka mereka dapat masuk secara bebas kedalam kantor mpr dan tentu saja hal tersebut akan mengganggu keamanan dan ketertiban kantor, namun lain lagi ceritanya jika dikantor mpr telah disiapkan security atau aparat keamanan dengan jumlah yang cukup banyak dengan itu ribuan masa yang mencoba masuk kedalam area kantor mpr dapat dihadang oleh aparat keamanan.
Nah sekarang analogi diatas kita terapkan kedalam materi keamanan jaringan, kantor mpr sebagai jaringan dan masa yang berdemo sebagai ancaman yang mencoba menerobos masuk kedalam sebuah jaringan. Dari analogi tersebut kita mengetahui bahwa keamanan jaringan adalah bentuk pencegahan atau deteksi pada hal yang bersifat gangguan dan akses yang tak seharusnya pada sistem jaringan komputer.


Kebijakan Penggunaan Jaringan

Pengertian kebijakan penggunaan jaringan adalah rencana atau acuan untuk mempengaruhi dan menentukan keputusan penggunaan jaringan. Tujuan Keamanan jaringan computer adalah untuk mengantisipasi resiko jaringan komputer berupa bentuk ancaman fisik maupun logic baik langsung ataupun tidak langsung sehingga mengganggu aktivitas yang sedang berlangsung dalam jaringan computer. Kebijakan pengguna jaringan dibagi menjadi kebijakan organisasi, etika menggunakan  jaringan dan kebijakan mengakses computer. Serangan fisik keamanan jaringan adalah serangan yang terjadi pada hardware jaringan.
Serangan logic keamanan jaringan adalah serangan yang terjadi pada perangkat lunak  jaringan" seperti data" dokumen" database" aplikasi dan lain-lain.

Serangan fisik terhadap keamanan jaringan

Gangguan pada Kabel
Kerusakan Harddisk (Bad Sector)
Data tak tersalurkan dengan baik
Koneksi tak terdeteksi
Akses yang bukan pengguna
Kerusakan alat alat jaringan


Serangan logic terhadap keamanan jaringan

DoS (Denial of Service) adalah Serangan pada Sistem dengan cara menghabiskan Resource pada Sistem
Request Flooding adalah Serangan dengan cara membanjiri banyak Request pada Sistem yang dilayani Host sehingga Request banyak dari pengguna tak terdaftar dilayani oleh layanan tersebut.
Deface adalah adalah Serangan pada perubahan tampilan.
Social Engineering adalah Serangan pada sisi sosial dengan memanfaatkan kepercayaan pengguna. Hal ini seperti fake login hingga memanfaatkan kelemahan pengguna dalam sosial media.
Malicious Code adalah Serangan dengan menggunakan kode berbahaya dengan menyisipkan virus, worm atau Trojan Horse.
Packet Sniffer adalah Serangan Menangkap paket pada lalu lintas data jaringan.
SQL Inje*tion adalah Ha*king pada sistem komputer untuk mendapat akses Basis Data pada Sistem

Kebijakan organisasi 

Kebijakan organisasi adalah suatu kebijakan instansi atau lembaga dalam ruang lingkup keamanan jaringan untuk akses pada sistem jaringan di tempat tersebut, berikut merupakan contoh beberapa kebijakan penggunaan jaringan pada sebuah organisasi.

1. Tata kelola sistem komputer
2. Pengaturan kerapihan kabel
3. Pengaturan akses
5. Manajemen sumber daya
6. Maintenance secara berkala

Etika Menggunakan Jaringan

Suatu Penerapan Konsep benar / salah serta sikap tanggung jawab dalam menggunakan jaringan
1. Memahami Akses Pengguna
2. Memahami kualitas daya Organisasi
3. Pengaturan penempatan sub-organ


Kebijakan Mengakses Komputer

Dalam suatu kebijakan pengguna jaringan" tidak jarang juga terdapat kebijakan pengguna saat mengakses computer" diantaranya adalah :
1. Manajemen pengguna
Pengertian manajemen pengguna adalah pengelompkan client atau sehingga antara kelompok dari client satu dan kelompok lainnya memiliki hak akses dalam jaringan yang berbeda. Sebagai contoh user siswa dan user guru ketika mengakses jaringan di sekolah maka user guru mendapatkan bandwidth yang lebih besar dibandingkan dengan user siswa.
2. Manajemen sistem komputer
3. Manajemen Waktu akses
Pengertian manajemen waktu akses adalah suatu kebijakan yang terkadang digunakan dijaringan seperti kantor dan sekolah, cara kerja dari kebijakan tersebut adalah pemblokiran akses diwaktu waktu tertentu, sebagai contoh ada beberapa kantor yang menutup akses ke facebook, twitter dan sosial media lainnya di jam kerja.

Kesimpulan
Kesimpulan dari kebijakan penggunaan jaringan adalah sebagai berikut dalam penggunaan jaringan memiliki beberapa kebijakan tidak lain hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas penggunaan jaringan yang telah tersedia, dan tentu saja dalam rangka memberikan pengalaman yang baik untuk client ketika menggunakan jaringan.

Artikel Terkait

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email